Jumat, 21 November 2014

ANALISIS KESALAHAN BERBICARA PADA PIDATO PEMIMPIN



ANALISIS KESALAHAN BERBICARA PADA PIDATO PEMIMPIN

Pidato dari :    H.M. HARRIS, Bupati Pelalawan.
Ø  Kesalahan yang terdapat pada pidato tersebut antara lain :
1. Sodara
Kata dasar Sodara adalah Saudara. Dalam KBBI(2008:1232),  makana kata sau.da.ra adalah n 1 orang yang seibu seayah (atau hanya seibu atau seayah saja); adik atau kakak; 2 orang yang bertalian keluarga; sanak; 3 orang yang segolongan (sepaham, seagama, sederajat, dsb); kawan; teman; 4 sapaan kepada orang yang diajak berbicara (pengganti orang kedua); 5 ki segala sesuatu yang hampir serupa (sejenis); 6 ki tembuni; sedangkan kata sodara tidak terdapat artinya pada KBBI. Jadi,kata sodara terjadi penghilangan fonem vokal rangkap menjadi vokal tunggal, fonem /au/ dilafalkan menjadi /o/. Sehingga kata sodara merupakan kata tidak baku, kata yang baku adalah saudara.
2. Ijin
            Kata dasar Ijin adalah Izin. Menurut KBBI (2008:553) Kata izin memiliki makana, n pernyataan mengabulkan (tidak melarang dsb); persetujuan membolehkan; sedangkan kata ijin tidak terdapat artinya di dalam KBBI. Jadi, kata ijin, terjadi perubahan fonem konsonan /z/ menjadi /j/, seharusnya yang baku adalah izin sedangkan ijin tidak baku.
3. Jawapan
Kata dasar Jawapan adalah Jawab, jawaban terbentuk dari kata dasar Jawab + Sufiks -an  menjadi Jawaban. Dalam KBBI (2008:571) Kata ja.wab memiliki makana n sahut; balas; ja.wab.an n sahutan; balasan; tanggapan: sampai hari ini belum ada ~ darinya; sedangkan kata jawapan tidak terdapat artinya di dalam KBBI. Jadi, pada kata "Jawapan" terjadi perubahan fonem vokal /b/ menjadi fonem konsonan /p/, sehingga kata jawapan merupakan kata tidak baku yang di dalamnya terdapat fonem konsonan /p/, sedangkan kata jawaban adalah bentuk bakunya yang terbentuk dari fonem vokal /b/.
4. Kalo
Kata dasar Kalo adalah Kalau.  Menurut KBBI (2008:607) kata ka.lau p 1 kata penghubung untuk menandai syarat: -- keluar, harus minta izin dulu; 2 seandainya: -- ia tidak mau membayar utangnya, apa yang akan kau perbuat; 3 bagi; adapun; sedangkan kata kalo tidak terdapat artinya di dalam KBBI. Jadi, pada kata kalo terjadi penghilangan fonem vokal rangkap menjadi vokal tunggal, fonem /au/ dilafalkan menjadi /o/. Sehingga kata kalo merupakan kata tidak baku, kata yang baku adalah kalau.
5. Pemerentah
Kata dasar Pemerentah adalah Perintah pemerintah terbentuk dari kata dasar Perintah + prefiks pe- = Pemerintah.  Menurut KBBI (2008: 1057) kata pe.rin.tah memiliki makan n 1 perkataan yang bermaksud menyuruh melakukan sesuatu; suruhan; 2 aba-aba; komando; 3 aturan dari pihak atas yang harus dilakukan. Sedangkan pe.me.rin.tah n 1 sistem menjalankan wewenang dan kekuasaan mengatur kehidupan sosial, ekonomi, dan politik suatu negara atau bagian-bagiannya; 2 sekelompok orang yang secara bersama-sama memikul tanggung jawab terbatas untuk menggunakan kekuasaan; 3 penguasa suatu negara (bagian negara); 4 badan tertinggi yang memerintah suatu negara (seperti kabinet merupakan suatu pemerintah); 5 negara atau negeri (sebagai lawan partikelir atau swasta) ; 6 pengurus; pengelola, sedangkan kata pemerentah tidak terdapat artinya dalam KBBI. Jadi, pada kata pemerentah terjadi perubahan fonem vokal /i/ menjadi fonem vokal /e/, sehingga kata pemerentah merupakan kata yang tidak baku yang di dalamnya terdapat fonem vokal /e/, sedangkan kata pemerintah merupakan kata yang baku yang di dalamnya terdapat fonem vokal /i/.
6. Karna
Kata dasar Karna adalah Karena. Menurut (2008:626) makna kata ka.re.na adalah p 1 kata penghubung untuk menandai sebab atau alasan: berani -- benar, takut -- salah; 2 disebabkan oleh; lantaran: dia sakit hati -- kamu; sedangkan kata karna tidak terdapat artinya di dalam KBBI. Jadi, pada kata "Karna" terjadi penghilangan fonem vokal /e/, seharusnya pada kata tersebut terdapat fonem vokal /e/  sehingga kata tersebut menjadi baku yaitu, "Karena".

6. Kalo
Kata dasar Kalo adalah Kalau.  Menurut KBBI (2008:607) kata ka.lau p 1 kata penghubung untuk menandai syarat: -- keluar, harus minta izin dulu; 2 seandainya: -- ia tidak mau membayar utangnya, apa yang akan kau perbuat; 3 bagi; adapun; sedangkan kata kalo tidak terdapat artinya di dalam KBBI. Jadi, pada kata kalo terjadi penghilangan fonem vokal rangkap menjadi vokal tunggal, fonem /au/ dilafalkan menjadi /o/. Sehingga kata kalo merupakan kata tidak baku, kata yang baku adalah kalau.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar