Jumat, 21 November 2014

ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA TATARAN SINTAKSIS



ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA  TATARAN SINTAKSIS

Sintaksis adalah cabang linguistik tentang susunan kalimat dan bagian-bagiannya, ilmu tata kalimat (Tim Penyusunan Kamus, 1996:946). Ramlan (1987:21) mendefenisikan sintaksis sebagai bagian atau cabang dari ilmu bahasa yang membicarakan seluk beluk wacana, kalimat, klausa dan frase. Kesalahan dalam tataran sintaksis berhubungan erat dengan kesalahan pada bidang morfologi, karena kalimat berunsurkan kata-kata. Pada kesempatan ini penulis akan menganalisis Kesalahan Berbahasa Tataran Sintaksis dalam Koran Haluan Riau.
Adapun kesalah yang dijumpai adalah sebagai berikut :
            Contoh tidak baku:
·         Dafam hotel Pekanbaru terpilih sebagai tempat pelaksanaan General Manager’s konference 2014 yang ke-4.
Contoh baku:
·         Hotel Dafam Pekanbaru terpilih sebagai tempat pelaksanaan General Manager’s konference 2014 yang ke-4.
Susunan kata yang dicetak miring pada contoh di atas tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Hal tersebut merupakan pengaruh dari bahasa asing, kaidah bahasa Indonesia dengan bahasa asing yang berbeda membuat terjadi kesalahn berbahasa, sebaiknya kata tersebut disusun sesuai kaidah bahasa Indonesia bukan bahasa asing. Penulisan yang benar adalah Hotel Dafam Pekanbaru bukan Dafam Hotel Pekanbari.
Contoh tidak baku :
·         Urusan gadai mengadai ini tentu saja diharapkan jangan samapai mengganngu kemandirian mereka sebagai wakil rakyat.
Contoh baku :
·         Urusan menggadaikan ini tentu saja diharapkan jangan sampai mengganngu kemandirian mereka sebagai wakil rakyat.
Kesalahan yang terdapat pada kalimat diatas adalah penggunaan bentuk resiprokal yang salah, bentuk resiprokal adalah bentuk bahasa yang mengandung arti “berbalasan” hal ini tentu bertentangan dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kata gadai menggadai ini seharusnya ditulis menggadaikan saja. Dalam KBBI(2003;324) kata gadai memiliki makna, 1, meminjam uang dalam batas waktu tertentu dengan menyerahkan barang sebagai jaminan. Sedangkan kata menggadaikan dalam KBBI(2003;325) memiliki makna menyerahkan barang sebagai tanggungan utang.
Contoh tidak baku :
·         Roy Suryo, secara resmi membuka event balab sepeda motor Tour De Siak 2014.
Contoh baku :
·         Roy Suryo, secara resmi membuka acara balab sepeda motor keliling Siak 2014.
Kesalahan yang tedapat pada kalimat diatas, tepatnya pada penggunaan istilah asing, padahal kita tidak boleh mencampur adukkan bahasa Indonesia dengan bahasa Asing. Hal ini bisa terjadi mungkin karena seseorang ingin memperlihatkan kemahirannya dalam menggunakan bahasa asing, sedangkan tidak semua orang bisa paham dan mengerti dengan bahasa asing terutama pada orang yang memiliki pendidikan yang rendah. Dalam KBBI (2003;4) kata acara memiliki makna 1, hal atau pokok yg akan dibicarakan (dl rapat atau perundingan, dsb). Sedangkan kata keliling dalam KBBI (2003;533) memiliki makna 1, garis yang membatasi suatu bidang, 2, lingkungan disekitar sesuatu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar