Jumat, 21 November 2014

ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA PADA PAPAN NAMA



ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA PADA PAPAN NAMA

1.       

Ø  Kesalahan yang terdapat di papan nama di atas tepatnya pada kata Villa, yang kesalahannya yaitu penambahan fonem L yang seharusnya adalah vila saja. Dalam KBBI, (2008:1547) kata vila memiliki makna n rumah diluar kota (biasanya di pegunungan atau dekat pantai) untuk peristirahatan; rumah peristirahatan (digunakan hanya pada waktu liburan): pd akhir pekan keluarga itu beristirahat di—nya di puncak. Jika memang tidak bias menghindari penggunaan bahasa Inggris naka sertailah Indonesia nya dengan ukuran huruf yang lebih besar.
2.       

Ø  Kesalah gambar di atas adalah pada kata Indofood yaitu, penyingkatan kata Indo yang seharusnya Indonesia, dan kata food yang merupakan bahasa asing, tentunya penulisan kata asing di sini merupakan sebuah kesalahan karena tidak mengikuti aturan penulisan bahasa Indonesia, hal ini bisa terjadi mungkin bisa di akibatkan, salah satunya menarik pembaca dan kepandaian seseorang dalam berbahasa asing namun tidak tepat dalam penerapannya. Penulisan yang benar pada gambar di atas adalah PT. Makanan Indonesia dan kalimat ini sudah mengikuti aturan penulisan pada bahasa Indonesia.
3.       

Ø  Kesalahan yang terdapat di gambar adalah penulisan kalimat Purnama Recidence Cluster yang merupakan penulisan yang mengikuti penulisan bahasa asing yaitu pada kata Recidence Cluster, yang seharusnya ditulis berdasarkan kaidah penulisan bahasa Indonesia, jika menuruti kaidah bahasa Indonesia maka kalimat itu akan menjadi Perumahan Sebuah Punama, selain dari menggunakan bahasa asing kesalah yang terdapat pada gambar adalah, yaitu menggunakan hukum menerangkan di terangkan (MD), yang seharusnya menggunakan hukum di terangkan dan  menerangkan (DM).

4.       
Ø  Pada gambar di atas terdapat kesalahan penulisan tepatnya di penulisan Mandiri  Syariah atm yaitu menggunakan hukum menerangkan di terangkan (MD) sehingga penyusunan katanya tidak tepat. Seharusnya penulisannya di haruskan menggunakan hukum diterangkan menerangkan (DM), penulisan yang tepatnya adalah Atm Mandiri Syariah.


5.       
Ø  Kesalahan yang ada pada gambar adalah penulisan yang tidak tepat karena menggunakan bahasa daerah yaitu, bahasa Minang (Sumatera Barat). Karena tidak semua orang mengenali dan mengerti bahasa tersebut, jika juga harus menggunakan bahasa daerah akan lebih bagusnya jika di sertai dengan bahasa Indonesia.
6.
           
Ø  Kesalahan yang terdapat pada gambar di atas adalah penggunaan bahasa asing yang tidak disertai denagn bahasa Indonesianya, seharusnya jika digunakan bahasa Asing maka harus disertai dengan bahasa Indonesianya dengan ukuran tulisan pada bahasa Indonesianya lebih besar dari penulisan bahasa Asingnya. Karena tidak semua orang yang mengerti dengan bahasa Inggris, dan sebagai warga negara yang baik tentu kita menggunakan kaidah penulisan bahasa yang telah di tetapkan.
           

ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA PADA BLOGGER DOSEN



ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA PADA BLOGGER DOSEN

Blogger           : Roziah S.Pd., M.A.

A. Bapakku Heroku
Tuhan... engkau memang bijaksana memberikan hamba sakit saat bapak di rumah. Itu banyak hikmahnya... hamba hisa punua banyak waktu untuk bersama. Untuk sementara urusan kampus ditunda hingga saya sembuh total. Maafkan ibu kalau ada urusannya yang belum kelar.
Analisis :
Kesalahan dalam penulisan huuf capital
1.      engkau
Ø  Penjelasan : sesuai dengan kaidah yang benar adalah huruf kapital digunakan dalam ungkapan yang berhubungan dengan keagamaan, jadi penulisan engkau diatas seharusnya ditulis dengan huruf kapital.
Bentuk baku : Engkau
2.      bapak
3.      ibu
Ø  Penjelasan :  pada kata bapak dan ibu diatas , seharusnya ditulis dengan huruf kapital. Karena kata bapak dan ibu menunjukkan hubungan kekerabatan seperti yang telah ditetapkan.
Bentuk baku : Bapak , Ibu

B. Semua Orang itu Baik
Bagiku, semua orang itu baik. termasuk orang yang sering menyakitiku. atau orang yang menfitnahku. bagaimana tidak, karena dari mereka aku selalau berlatih untuk sabar dan merenung diri. Apapaun yang aku hadapi saat ini, cukup Penciptaku saja yang tahu. biarlah batinku menangis meskipun senyum selalu tersungging di bibirku.
itu bukan senyum palsu. tapi hanya bagian dari keyakinanku pada sang Pencipta, karena ujian yang diberikan padaku itu tak akan melebihi batas kemampuanku.
Aku hanya ingin mendoakan semua orang yang pernah membicarakan aku dibelakang. dan dengan menulis ini aku bisa tenang dan bersabar. Aku tak ibgin mengingat itu. biar berakhir pada blogger ini saja.
Tuhan... Lindungi aku dari keburukan dan kebaikan...
1.      Kesalahan Penulisan Huruf Besar atau Huruf Kapital pada Kalimat Pertama
Bentuk Tidak Baku
a.       bagiku, semua orang itu baik
b.      termasuk orang yang sering menyakitiku
c.       atau orang yang menfitnahku
d.      bagaimana tidak, karena dari mereka aku selalau berlatih untuk sabar dan merenung diri
e.       biarlah batinku menangis meskipun senyum selalu tersungging di bibirku
f.       itu bukan senyum palsu
g.      tapi hanya bagian dari keyakinanku pada sang Pencipta, karena ujian yang diberikan padaku itu tak akan melebihi batas kemampuanku
h.      dan dengan menulis ini aku bisa tenang dan bersabar. Aku tak ibgin mengingat itu
i.        biar berakhir pada blogger ini saja
Ø  Penjelasan: sesuai dengan kaidah tata bahasa yang benar adalah huruf kapital digunakan pada huruf pertama pada awal kata kalimat. Jadi, kesembilan kalimat di atas dapat diperbaiki menjadi kalimat-kalimat berikut ini.
Bentuk Baku
a.       Bagiku, semua orang itu baik
b.      Termasuk orang yang sering menyakitiku
c.       Atau orang yang menfitnahku
d.      Bagaimana tidak, karena dari mereka aku selalau berlatih untuk sabar dan merenung diri
e.       Biarlah batinku menangis meskipun senyum selalu tersungging di bibirku
f.       Itu bukan senyum palsu
g.      Tapi hanya bagian dari keyakinanku pada sang Pencipta, karena ujian yang diberikan padaku itu tak akan melebihi batas kemampuanku
h.      Dan dengan menulis ini aku bisa tenang dan bersabar. Aku tak ibgin mengingat itu
i.        Biar berakhir pada blogger ini saja
2.      Kesalahan Penulisan Preposisi di
Bentuk Tidak Baku                          Bentuk Baku
dibelakang                                        di belakang
Ø  Penjelasan: preposisi di menunjukkan kata keterangan tempat. Sehingga penulisannya yang benar seharusnya dipisah.


ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA TATARAN WACANA PADA WEBSITE UNRI Analaisis Keluarga besar Perpustakaan Universitas Riau (UR) melaksanakan buka bersama Sabtu (19/7) bertempat di Lobby Perpustakaan UR. Buka bersama yang dihadiri seluruh pimpinan, pegawai Perpustakaan UR, Kepala dan pegawai Perpustakaan fakultas di lingkungan UR bertujuan meningkatkan silaturahmi sesama pegawai dan keluarga pegawai Perpustakaan UR. Kepala Perpustakaan UR, Agus Sutikno, SP., M.Si. dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan buka bersama ini merupakan agenda rutin Perpustakaan UR dalam rangka meningkatkan silaturahmi sesama pegawai dan keluarga besar UR. “Mudah-mudahan dengan buka bersama ini silaturahmi antar pegawai terus terjalin sehingga berimbas kepada peningkatan kinerja pegawai,” jelas Agus. Pada kesempatan tersebut, Agus menyampaikan selamat hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1435 H, Mohon maaf lahir bathin. “Semoga kita semua keluarga besar Perpustakaan UR mendapatkan kemenangan dalam 1 Syawal tahun ini,” tegas Agus. Sementara itu, Ustadz Zulfikar S.Pi., M.Sc. dalam tausyiahnya mengungkapkan pentingnya kejujuran dan keikhlasan dalam menjalankan tugas pekerjaan. “Kejujuran merupakan cerminan ketakwaan kita kepada Allah SWT,” tegas Zulfikar. Oleh karena itu, Zulfikar mengajak kepada seluruh keluarga besar Perpustakaan UR tetap membangun kerjasama dan silaturahmi dengan berlandaskan kejujuran. “Insya Allah kita semua akan mendapatkan keberkahan dan kemenangan di hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1435 H.” tutur nya. Buka bersama diteruskan dengan shalat Magrib berjamaah dan makan malam bersama bertempat di Lobby Perpustakaan UR. 1. Kesalahan dalam kohesi Wacana tidak baku  Keluarga besar Perpustakaan Universitas Riau (UR) melaksanakan buka bersama Sabtu (19/7) bertempat di Lobby Perpustakaan UR. Buka bersama yang dihadiri seluruh pimpinan, pegawai Perpustakaan UR, Kepala dan pegawai Perpustakaan fakultas di lingkungan UR bertujuan meningkatkan silaturahmi sesama pegawai dan keluarga pegawai Perpustakaan UR. Kata yang bergaris bawah di atas merupakan kesalahan berbahasa tataran wacana karena adanya kesalahan dalam kohesi yaitu penggunaan pengacuan. Penggunaan pengacuan yang tidak tepat dapat kita lihat pada kata “keluarga pegawai”. Kata “keluarga pegawai” seharusnya diganti dengan “keluarga besar”. Wacana Bentuk Baku  Keluarga besar Perpustakaan Universitas Riau (UR) melaksanakan buka bersama Sabtu (19/7) bertempat di Lobby Perpustakaan UR. Buka bersama yang dihadiri seluruh pimpinan, pegawai Perpustakaan UR, Kepala dan pegawai Perpustakaan fakultas di lingkungan UR bertujuan meningkatkan silaturahmi sesama pegawai dan keluarga besar Perpustakaan UR. Wacana tidak baku  Kepala Perpustakaan UR, Agus Sutikno, SP., M.Si. dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan buka bersama ini merupakan agenda rutin Perpustakaan UR dalam rangka meningkatkan silaturahmi sesama pegawai dan keluarga besar UR. “Mudah-mudahan dengan buka bersama ini silaturahmi antar pegawai terus terjalin sehingga berimbas kepada peningkatan kinerja pegawai,” jelas Agus. Kata yang bergaris bawah di atas merupakan kesalahan berbahasa tataran wacana karena adanya kesalahan dalam kohesi yaitu penggunaan pengacuan. Penggunaan pengacuan yang tidak tepat dapat kita lihat pada kata “jelas Agus”. Kata “jelas Agus” seharusnya diganti dengan “tutur nya”. Wacana Bentuk Baku  Kepala Perpustakaan UR, Agus Sutikno, SP., M.Si. dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan buka bersama ini merupakan agenda rutin Perpustakaan UR dalam rangka meningkatkan silaturahmi sesama pegawai dan keluarga besar UR. “Mudah-mudahan dengan buka bersama ini silaturahmi antar pegawai terus terjalin sehingga berimbas kepada peningkatan kinerja pegawai,” tutur nya. 2. Kesalahan Dalam Koherensi Wacana tidak baku  Sementara itu, Ustadz Zulfikar S.Pi., M.Sc. dalam tausyiahnya mengungkapkan pentingnya kejujuran dan keikhlasan dalam menjalankan tugas pekerjaan. “Kejujuran merupakan cerminan ketakwaan kita kepada Allah SWT,” tegas Zulfikar. Kalimat yang bergaris bawah di atas termasuk kedalam kesalahan berbahasa tataran wacana karena adanya kesalahan koherensi. Dalam wacana tersebut sering menggunakan pengulangan dan menggunakan kata yang memiliki makna yang sama. Kata yang memiliki makna yang sama adalah kata “tugas” dan “pekerjaan. Wacana Bentuk Baku  Sementara itu, Ustadz Zulfikar S.Pi., M.Sc. dalam tausyiahnya mengungkapkan “pentingnya kejujuran dan keikhlasan dalam menjalankan tugas karena merupakan cerminan ketakwaan kita kepada Allah SWT,” tegas Zulfikar.



ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA TATARAN WACANA PADA WEBSITE UNRI  

Analaisis
Keluarga besar Perpustakaan Universitas Riau (UR) melaksanakan buka bersama Sabtu (19/7) bertempat di Lobby Perpustakaan UR. Buka bersama yang dihadiri seluruh pimpinan, pegawai Perpustakaan UR, Kepala dan pegawai Perpustakaan fakultas di lingkungan UR bertujuan meningkatkan silaturahmi sesama pegawai dan keluarga pegawai Perpustakaan UR.
Kepala Perpustakaan UR, Agus Sutikno, SP., M.Si. dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan buka bersama ini merupakan agenda rutin Perpustakaan UR dalam rangka meningkatkan silaturahmi sesama pegawai dan keluarga besar UR. “Mudah-mudahan  dengan buka bersama ini silaturahmi antar pegawai terus terjalin sehingga berimbas kepada peningkatan kinerja pegawai,” jelas Agus.
Pada kesempatan tersebut, Agus menyampaikan selamat hari raya Idul Fitri  1 Syawal 1435 H, Mohon maaf lahir bathin. “Semoga kita semua keluarga besar  Perpustakaan UR mendapatkan kemenangan dalam 1 Syawal tahun ini,” tegas Agus.
Sementara itu, Ustadz Zulfikar S.Pi., M.Sc. dalam tausyiahnya mengungkapkan pentingnya kejujuran dan keikhlasan dalam menjalankan tugas pekerjaan. “Kejujuran merupakan cerminan ketakwaan kita kepada Allah SWT,” tegas Zulfikar.
Oleh karena itu, Zulfikar mengajak kepada seluruh keluarga besar Perpustakaan UR tetap membangun kerjasama dan silaturahmi dengan berlandaskan kejujuran. “Insya Allah kita semua akan mendapatkan keberkahan dan kemenangan di hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1435 H.” tutur nya. Buka bersama diteruskan dengan shalat Magrib berjamaah dan makan malam bersama bertempat di Lobby Perpustakaan UR.





1.         Kesalahan dalam kohesi

            Wacana tidak baku
Ø  Keluarga besar Perpustakaan Universitas Riau (UR) melaksanakan buka bersama Sabtu (19/7) bertempat di Lobby Perpustakaan UR. Buka bersama yang dihadiri seluruh pimpinan, pegawai Perpustakaan UR, Kepala dan pegawai Perpustakaan fakultas di lingkungan UR bertujuan meningkatkan silaturahmi sesama pegawai dan keluarga pegawai Perpustakaan UR.
Kata yang bergaris bawah di atas merupakan kesalahan berbahasa tataran wacana karena adanya kesalahan dalam kohesi yaitu penggunaan pengacuan. Penggunaan pengacuan yang tidak tepat dapat kita lihat pada kata “keluarga pegawai”. Kata “keluarga pegawai” seharusnya diganti dengan “keluarga besar”.
Wacana Bentuk Baku
Ø  Keluarga besar Perpustakaan Universitas Riau (UR) melaksanakan buka bersama Sabtu (19/7) bertempat di Lobby Perpustakaan UR. Buka bersama yang dihadiri seluruh pimpinan, pegawai Perpustakaan UR, Kepala dan pegawai Perpustakaan fakultas di lingkungan UR bertujuan meningkatkan silaturahmi sesama pegawai dan keluarga besar Perpustakaan UR.
Wacana tidak baku
Ø  Kepala Perpustakaan UR, Agus Sutikno, SP., M.Si. dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan buka bersama ini merupakan agenda rutin Perpustakaan UR dalam rangka meningkatkan silaturahmi sesama pegawai dan keluarga besar UR. “Mudah-mudahan  dengan buka bersama ini silaturahmi antar pegawai terus terjalin sehingga berimbas kepada peningkatan kinerja pegawai,” jelas Agus. Kata yang bergaris bawah di atas merupakan kesalahan berbahasa tataran wacana karena adanya kesalahan dalam kohesi yaitu penggunaan pengacuan. Penggunaan pengacuan yang tidak tepat dapat kita lihat pada kata “jelas Agus”. Kata “jelas Agus” seharusnya diganti dengan “tutur nya”.




Wacana Bentuk Baku
Ø  Kepala Perpustakaan UR, Agus Sutikno, SP., M.Si. dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan buka bersama ini merupakan agenda rutin Perpustakaan UR dalam rangka meningkatkan silaturahmi sesama pegawai dan keluarga besar UR. “Mudah-mudahan  dengan buka bersama ini silaturahmi antar pegawai terus terjalin sehingga berimbas kepada peningkatan kinerja pegawai,” tutur nya.

2.         Kesalahan Dalam Koherensi

Wacana tidak baku
Ø  Sementara itu, Ustadz Zulfikar S.Pi., M.Sc. dalam tausyiahnya mengungkapkan pentingnya kejujuran dan keikhlasan dalam menjalankan tugas pekerjaan. “Kejujuran merupakan cerminan ketakwaan kita kepada Allah SWT,” tegas Zulfikar. Kalimat yang bergaris bawah di atas termasuk kedalam kesalahan berbahasa tataran wacana karena adanya kesalahan koherensi. Dalam wacana tersebut sering menggunakan pengulangan dan menggunakan kata yang memiliki makna yang sama. Kata yang memiliki makna yang sama adalah kata “tugas” dan “pekerjaan.
 Wacana Bentuk Baku
Ø  Sementara itu, Ustadz Zulfikar S.Pi., M.Sc. dalam tausyiahnya mengungkapkan “pentingnya kejujuran dan keikhlasan dalam menjalankan tugas karena merupakan cerminan ketakwaan kita kepada Allah SWT,” tegas Zulfikar.