Pronomina dalam bahasa melayu
dialek kampar
Pronomina adalah kata yang dipakai untuk mengacukepada nomina lain.
Misalnya nomina perawat dapat mengacu kepada nomina dia atau ia. Ada
tiga macam pronomina dalam bahasa Indonesia, yakni (1) pronomina persona, (2)
pronomina penunjuk, dan (3) pronomina penanya.
1.
Pronomina
persona.
Pronomina
persona adalah pronomina yang dipakai untuk mengacu pada orang. Pronimina persona
dapat mengacu pada diri sendiri, mengacu pada orang yang diajak bicara, atau
mengacu pada orang yang dibicarakan.
·
Persona
pertama
Persona pertama tunggal bahasa indonesia adalah saya, aku,
dan daku. Pronomina persona saya, aku, dan daku, dapat dipakai bersama
dengan preposisi. Akan tetapi, tiap preposisi mensyaratkan pronomina tertentu
yang dapat dipakai. Pada contoh berikut kelompok demi dapat diikuti oleh
daku, tetapi kelompok bagi tidak.
Kelompok demi :
Ø
Demi
: demi saya, demi aku, demi daku
Contoh
: Demi saya dia rela terluka (demi awak inyo rela taluko)
Demi aku dia rela terluka (demi awak inyo rela taluko)
Demi daku dia rela terluka (demi awak inyo rela taluko)
Dalam
bahasa melayu dialek kampar kata saya, aku,daku tetap diucapkan
dengan satu kata yaitu kata awak.
Kelompok
kecuali:
Ø
Kecuali
: kecuali saya, kecualai aku, kecuali daku.
Contoh
:
o
tidak
boleh merokok disini kecuali saya.
(dilaghang mokok disiko selain awak)
o
Tidak
boleh merokok disini kecuali aku.
(dilaghang mokok disiko selain awak)
o
Tidak
boleh merokok disini keciali daku.
(dilaghang mokok disiko selain awak)
Kelompok bagi
:
Ø
Bagi
: bagiku, bagi aku, bagi saya
Contoh
:
o
Bagiku
uang bukan segalanya.
(bagi awak piti indak sagalonyo)
o
Bagi
aku, kamu teman yang baik.
(bagi
awak, kau tu kawan yang elok)
o
Bagi
saya, memiliki cita-cita itu penting.
(bagi
awak, punyo cita-cita tu pontiang)
·
Persona
kedua
Persona kedua
tunggal mempunyai beberapa wujud, yakni engkau, kamu, anda,
dikau, kau-, dan mu-.berikut adalah kaidah pemakaiannya.
a. Persona kedua engkau, kamu, dan mu- dipakai
oleh:
1.
Orang
tua terhadap orang muda yang telah lama dikenal dengan baik, seperti contoh
berikut:
o
Kamu sudah bekerja, kan?
(waang lah bakojo, kan?)
o
Pukul
berapa kamu berangkat kesekolah, nak?
( jam bapo waang bangkek kesekolah, nak?)
2.
Orang
yang status sosialnya lebih tinggi, seperti pada contoh berikut.
o
Apakah
hasil rapat kemarin sudah kamu ketik, lisa?
(hasia
rapek potang lah kau ketik, lisa?)
o
Mengapa
engkau kemarin tidak masuk?
(ngapo
potang kau tak masuak?)
3.
Orang
yang mempunyai hubungan akrab, tanpa memendang umur atau status sosial.
Perhatikan contoh berikut.
o
Kapan
kerbaumu akan kamu carikan rumput?
(bilo
kobau waang kan ang cayikan umpuik?)
o
Baru
jadi kepala seksi sebulan, kenapa rambutmu sudah beruban?
(bawu
sabulan jadi kapalo seksi, kenapo obuak waang lah bauban?)
b. Persona kedua Andadimaksudkan untuk menetralkan hubungan, pada
saat ini pronomina Anda dipakai:
1.
Dalam
hubungan yang tak pribadi sehingga Anda tidak diarahkan pada satu
o Sebentar lagi kita akan mengudara, Anda kami mohon
mrngenakan sabuk pengaman.
(sabontagh
lai kito akan baghangkek, Anda kami mohon mamasang sabuk pengaman.)
o Pakailah sabun ini, kulit Anda akan bersih.
(pakailah
sabun ko, kulik anda kan barosiah)
·
Persona
ketiga
Ada dua macam persona ketiga tunggal, (1) ia, dia, atau –nya dan
(2) beliau.
Contoh:
o
Dia/ia
setuju dengan pendapat kami.
(inyo
setuju dengan pendapek kami)
o
Dia/ia
pandai sekali.
(inyo
pandai bonaw)
2.
Pronomina
penunjuk
§
Pronomina
penunjuk umum
Pronomina penunjuk umum
ialah ini, danitu,
Contoh
:
o
Lelaki
itu yang membuat hidup ku hancur.
(bajantan
tu yang mambuae iduik den ancu)
o
Masalah
ini membuat kepala ku pusing.
(masalah
ko mambuek kapalo den poniang)
§
Pronomina
penunjuk tempat
Pronomina penunjuk tempat dalam
bahasa Indonesia ialah sini, situ, atau sana.
Contoh :
o
Kita
akan bertolak dari sini
(awak
akan pai dayi siko)
o
Barang-barangnya
ada di situ
(baghang-baghang
nyo ado di siko)
o
Siapa
yang mau pergi kesana?
(siapo
yang nondak pai kesitan?)
Prasa pronomina
Pronomina juga dapat menjadi frasa dengan mengikuti kaidah berikut:
1.
Penambahan
numeralia kolektif
Contoh:
Mereka berdua
(inyo baduo)
Kami sekalian
(kami sekalian)
2.
Penambahan
kata penunjuk
Contoh:
Saya ini
(deyen ko)
Kami itu
(kami tu)
3.
Penambahan
kata sendiri
Contoh:
Saya sendiri
(inyo soang)
4.
Penambahan
klausa dengan yang
Hanya persona mereka yang dapat dipakai disini.
Contoh.
Mereka yang tidak hadir
(ughang tu yang indak hadir)
Mereka yang menolak informasi
(ughang tu yang menolak informasitu)
5.
Penambahan
frasa niminal yang berfungsi apositif
Contoh:
Saya pecinta damai ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar