Adverbia
dalam bahasa melayu dialek kampar kiri
Dalam tataran frasa,
adverbia adalah kata yang menjelaskan verba, adjektiva, atau adverbia lain.
Pada contoh berikut terlihat bahwa adverbia sangat
menjelaskan verba mencintai,
adverbia selalu menjelaskan adjektiva
sedih, dan adverbia hampir
menjelaskan adverbia selalu.
Contoh:
a) Ia
sangat mencintai istrinya. (Inyo baiyo-iyo sayang kek bini nyo)
b) Ia
selalu sedih mendengar lagu itu.
(inyo ibo towi kalau dongau logu itu)
c) Kami
hampir selalu dimarahinya setiap
pagi. (kami hampia kono bongi dek
inyo tiak pagi ayi)
Adverbia yang
menjelaskan pronomina dan numeralia.
a) Guru
saja tidak dapat menjawab pertanyaan
itu. (guru jua indak dapek menjawab
pertanyaan itu)
b) Ia
merokok hampir lima bungkus dalah
sehari. (inyo mokok hampia limo bumgkui dalam saayi)
c) Saya
mau bertemu dengan beliau saja. (awak nondak batomu jo inyo jua nyia)
Pada contoh di atas adverbia saja menjelaskan guru yang
berfungsi sebagai subjek, adverbia hampir
menjelaskan lima bungkus yang
berfungsi sebagai objek, adverbia saja menjelaskan
dengan beliau yang berfungsi sebagai
pelengkap.
1. Adverbia
tunggal
a) Adverbia
yang Berupa Kata Dasar
Adverbia
yang berupakata dasar hanya terdiri atas satu kata dasar.karena adverbia dasar
tergolong ke dalam kelompok kata yang keanggotaannya tertutup, maka jumlah
adverbia yang berupa dasar itu tidak banyak.
Contoh:
Baru: Bawu
Hanya: Hanyo
Lebih: Lobiah
Hampir:
Hampia
Saja: Sajo
Sangat: Baiyo iyo
Segera: Pacopek
Paling: Paliang
b) Adverbia
yang Berupa Kata Berafiks
Adverbia
yang berupa kata berafiks diperoleh dengan menanmbahkan gabungan afiks se-nya atau afiks –nya pada kata dasar.
·
Yang berupa penambahan gabungan afiks se-nya pada kata dasar.
Contoh
:
Ø Sebaiknya
kita segera membayarkan pajak itu. (lobiah elok wak bayiu sacopeknyo pajak tu).
Ø Sebenarnya kami
meragukan kemampuannya. (sabonau nyokami meragukan kemampuannyo).
Ø Saya
minta mereka untuk masuk kantor secepatnya.
(awak minta ughang tu masuak kantor sacopeknyo).
Ø Mereka
sesungguhnya tidak bersalah. (ughang
tu sabonawnyo indak basalah).
·
Yang berupa imbuhan –nya pada kata
dasar.
Contoh
:
Ø Agaknya
gurauan itu membuatnya marah. ( nampaknyo goa itu mambueknyo bongi).
Ø Kalau
sudah begitu, biasanya ia akan
menagis. (kalau lah condo itu, biasonyo inyo akan manangi).
Ø Kami
ini pintar juga rupa
2. Adverbia
gabungan
Adverbia
bagungan terdiri dari atas dua adverbia yang berupa kata dasar. Kedua kata
dasar yang merupakan adverbia gabungan itu yang berdampingan dan ada pula yang
tidak berdampingan.
Contoh:
a. Adverbia
yang berdampingan.
Ø Lagi
pula rumahnya baru jadi minggu depan (lagi pulo umanyo bawu jadi minggu isuak)
Ø Hanya
saja kita harus mempersiapkannya secara matang ( hanyo sajo awak harus
manyalosaikannyo secaro botuah-botuah)
Ø Kami
hampir selalu bersama-sama kekantor (kami hampia towi basamo-samo kakantor)
b. Adverbia
yang tidak berdampingan
Ø Kamu
hanya membuang buang waktu saja (kau hanyo mambuang buang waktu juo).
Ø Di
sangat sedih sekali mendengar berita itu ( inyo ibo bonaw mandongau berita tu)
DAFTAR ADVERBIA
1. Adverbia
tunggal
a. Adverbia
dasar
Amat: baiyo-iyo Kurang: kughang
Bahkah: bahkan Lagi: liak
Barang: baghang Lebih: lobiah
Baru: baghu Mau: nondak
Benar: bonagh Paling: paling
Cukup: cikiuk Pasti: pasti
Hampir: hampia Patut: patuik
Jarang: jarang Perlu: parolu
Juga: juo Segera: copek
Justru; dek itu Sering: kodok
Kembali: baliak Tentu: tontu
b. Adverbia
berafiks
1. Dasar + -nya
Agaknya
(agaknyo) Rupanya
(uponyo)
Akhirnyo
(akhirnyo) Sayangnya
(sayangnyo)
Biasanya
(biasonyo) Tampaknya
(nampaknyo)
Kiranya
(kironyo) Untungnyo
(untuannyo)
Rasanya
(asonyo) Biasanya
(biasonyo)
2. Se- + Dasar + -nya
Sebaiknya
(saeloknyo)
Sebenarnya
(sabonaunyo)
Sebaiknya
(saeloknyo)
c. Adverbia
kata ulang
1. Reduplikasi
Dasar
Belum-belum
(olun-olun)
Diam-diam
(ontok-ontok)
Jarang-jarang
(jaghang-jaghang)
Kadang-kadang
(kadang-kadang)
Mahal-mahal
(maha-maha)
2. Reduplikasi
Dasar + -an
Gelap-gelapan
(bakolam-kolam)
Gila-gilaan
(bagilo-gilo)
Habis-habisan
(ba abi-abi)
d. Adverbia
Gabungan
1. Berdampingan
Belum
pernah (olun ponah)
Belum
lagi (olun le)
Kadang
kala (kadang nyia)
Seringkali
(kodok-kodok)
2. Tidak
berdampingan
Belum...lagi
(olun...le)
Belum...kembali
(olun...baliak)
Hampir...kembali
(hampia...baliak)
Tidak...saja
(indak...ajo)
e. Adverbia
konjungtif
Bahkan
(bahkan)
Sebaliknya
(sabaliaknyo)
Sebelum
itu (sabolun itu)
Selain
itu (saain tu)
Sesudah
itu (sasudah itu)
f. Konjungtor
pembuka warna
Adapun
(adopun)
Mengenai
(mangonai)
Dalam
pada itu (daam pado itu)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar